Vaksinasi dan Prokes Upaya Percepatan Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi


vaksinasi-dan-prokes-upaya-percepatan-pemulihan-kesehatan-dan-ekonomi-1
0
Categories : Berita

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Pemerintah telah menjalankan rencana vaksinasi nasional sejak Januari 2021. Upaya ini merupakan salah satu langkah mengembalikan kesehatan masyarakat Indonesia. Perbaikan kesehatan juga berdampak bagi pemulihan ekonomi dan kembalinya produktivitas masyarakat seperti awal.

“Protokol kesehatan (Prokes) adalah elemen yang sangat penting selama sedang ada pandemi COVID-19. Prokes tetap jalan terus meskipun program vaksinasi sudah berjalan seperti saat ini, ” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangannya, Minggu (30/5).

Menurut Reisa, sudah bertambah dari satu tahun asosiasi menjalankan prokes selama pandemi. Harapannya, masyarakat sudah lebih memahami pentingnya prokes sebagai cara agar tidak menambah kasus Covid-19.

“Mungkin memang masyarakat tiba jenuh dengan terus menerus mendisiplinkan diri menjalankan prokes ini. Namun untuk mampu terbiasa dengan hal segar memang butuh proses. Sungguh harus terus menerus diingatkan buat disiplin menjaga prokes, ” tambah Reisa.

Reisa juga berpesan, agar masyarakat tidak menyia-nyiakan jalan untuk divaksinasi, “Kalau kelompok sudah berkesempatan untuk divaksinasi, manfaatkanlah vaksin tersebut tanpa ditunda dan jangan ragu karena berita yang belum pasti kebenarannya, ” imbaunya.

“Memang jika kita ingin segera keluar dari pandemi Covid-19 tentu kita mengutamakan proteksi. Itulah kenapa kekebalan kelompok atau  herd immunity  menjadi tujuan dari program vaksinasi. Ditambah lagi dengan protokol kesehatan demi melindungi diri serta orang-orang yang belum mendapatkan vaksin, ” ucap Reisa.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan tubuh Masyarakat UI Hasbullah Thabrany menyatakan, dari kacamata ekonomi kesehatan, vaksinasi adalah kaidah pencegahan yang efisien.

“Sebagai ilustrasi, katakanlah biaya vaksinasi Covid-19 seharga 900 ribu rupiah, oleh sebab itu kita bisa mencegah diri dari penularan penyakit. Dipadankan dengan biaya yang dikeluarkan apabila terkena Covid-19 dengan rata-rata perawatannya memerlukan 9-10 hari, biaya vaksinasi lebih efisien. Apabila kita hidup sehari mampu menghasilkan 500 ribu maka kita bisa kehilangan potensi penghasilan 5 juta akibat dirawat Covid-19, ” papar Hasbullah.

Hasbullah juga menjelaskan, akibat Covid-19 anggaran belanja negara defisit hingga lebih dari 1. 000 triliun rupiah. Dia berujar, kalau Covid-19 tidak segera teratasi, membuat perekonomian tidak hidup.

“Sehingga kita semua sebenarnya adalah objek Covid-19. Pemerintah sadar betul apabila masyarakat tidak dipulihkan kesehatannya, serta perilaku klub tidak didisiplinkan, ekonomi menjelma sulit bergerak. Pemerintah kendati berinvestasi dengan vaksinasi dan melalui 3T, ” mengakhiri Hasbullah.