Sarjana Singapura Siapkan Vaksin Covid-19 Buatan Modifikasi Obat Kanker


Sarjana Singapura Siapkan Vaksin Covid-19 Buatan Modifikasi Obat Kanker
0
Categories : Berita

JawaPos. com – Para peneliti dari National University of Singapore (NUS) dan Monash University di Australia sedang memajukan vaksin Covid-19 yang siap untuk uji klinis pada akhir tahun depan. Vaksin tersebut dimodifikasi dari obat kanker.

Dilansir dari The Straits Times, Senin (21/9), rangkaian persiapan telah datang pada penelitian terhadap hewan. Para-para peneliti berharap dapat melakukan uji klinis di Singapura dan Australia. Diberi nama Clec9A-RBD, ini adalah vaksin virus Covid-19 ketiga dengan dikembangkan Singapura.

Dikenal sebagai vaksin protein fusi, vaksin ini dibuat dengan menggabungkan antibodi yang menargetkan bagian sistem kekuatan dengan antigen, yang menginduksi respons kekebalan untuk melindungi dari bakteri yang dipilih. Oleh karena tersebut, para ilmuwan dapat mengandalkan antibodi yang sama untuk melawan penyakit yang berbeda hanya dengan mengganti antigen yang melekat padanya.

Peneliti Associate Professor, Mireille Lahoud, dari Monash University Biomedicine Discovery Institute mengatakan kepada The Straits Times pada Minggu (20/9) bahwa antibodi dalam Clec9A-RBD sebelumnya sudah digunakan untuk membuat vaksin buat melawan berbagai penyakit. Seperti kanker, influenza, dan penyakit tangan, bersantai, dan mulut. Jadi ketika pandemi melanda pada Februari, dia serta dua peneliti lainnya memutuskan buat menggunakannya untuk membuat vaksin dengan dapat melawan Covid-19.

Vaksin tersebut menargetkan bagian terbatas dari sistem kekebalan yang dikenal sebagai sel dendritik. Sel-sel ini mengambil contoh bagian-bagian lingkungan pada sekitarnya dan menandai bahaya untuk sistem kekebalan lainnya.

“Jika Anda ingin memberikan vaksin atau imunoterapi, mereka adalah sel yang ingin Anda targetkan, ” kata Prof Lahoud.

Para peneliti mengembangkan protein dengan mengikat reseptor pada sel-sel itu, mengajarkan sistem kekebalan untuk melawan Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Ada 3 hal utama yang membedakan vaksin ini dari yang lain dalam perlombaan global.

“Pertama, vaksin ini betul baik dalam menstimulasi sistem kekebalan yang lemah pada orang sampai umur, ” kata peneliti lainnya, Sylvie Alonso dari departemen mikrobiologi & imunologi di NUS Yong Loo Lin School of Medicine.

Sylvie Alonso, yang ikut memimpin program penelitian translasi penyakit menular di sekolah, menargetkan vaksin tersebut kemungkinan besar akan cocok efektifnya pada orang tua serupa halnya pada anak muda. Vaksin sudah diuji pada model hewan yang telah dijalankan oleh awak, dengan tingkat antibodi yang diamati pada tikus tua dan bujang yang disuntik vaksin.

Kedua, setiap vaksin hanya memerlukan satu dosis dan sedikit antigen karena sistem pengiriman yang ditargetkan. Biasanya ketika Anda menyuntikkan vaksin, Anda menunggu sistem kekebalan menangkapnya.

“Satu suntikan pula akan berarti. Maka orang tersebut tidak harus kembali untuk ke-2 kalinya untuk mendapatkan dosis lain, ” tegas Sylvie Alonso.

Ketiga, karena sifatnya jadi vaksin protein fusi, Clec9A-RBD berpotensi dapat diadaptasi untuk melawan tidak hanya Sars-CoV-2, tetapi juga mutasi virus corona dan penyakit mutakhir lainnya di masa depan. Para peneliti saat ini sedang mencari persetujuan dan pendanaan untuk meneruskan penelitian mereka, dan bermaksud buat mendekati otoritas kesehatan di kedua negara dalam beberapa bulan kelak.

Saksikan video menarik berikut ini: