Ruangan Sempit, Pilih Yang Berpintu Geser


0
Categories : Berita

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Satu hal yang paling penting ada di kamar tidur selain tempat tidur adalah wardrobe atau lemari pakaian. Ada beberapa pertimbangan agar fungsinya optimal, tapi tidak terlihat bulky dan mengedepankan estetika ruangan.

SECARA garis besar, wardrobe dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni yang built-in lalu freestanding. Jika rumah tersebut masih akan dibangun, memilih wardrobe built-in mungkin dapat menjadi pilihan yang tepat. ’’Anda bisa menyiapkan space untuk area wardrobe, ’’ kata Louis Marcel, desainer interior asal Surabaya.

Misalnya, pada salah satu proyek Louis di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada master bedroom, built-in closet ditempatkan di area belakang kamar tidur. Area tidur dan wardrobe dipisahkan dinding sekat yang tidak tertutup.

Wardrobe berada dalam satu area dengan meja rias lengkap dengan cerminnya. Panjang disesuaikan oleh lebar dinding space. Wardrobe ditempatkan pada dua sisi dinding, menjulang hingga ke langit-langit ruangan.

Tapi, furnitur built-in tentu memiliki kekurangan, salah satunya tidak bisa digeser / dipindahkan. Dengan begitu, macam wardrobe ini kurang cocok untuk Anda yang suka mengubah style kamar. Andai ingin lebih fleksibel, closet freestanding atau lepasan dapat jadi pilihan. ’’Lebih praktis, terutama buat yang ukuran kamar sempit, ’’ kata owner Cozy Living tersebut.

KESAN CLEAN: Andai luas master suite cukup lapang, wardrobe bisa ditempatkan “terpisah” dari area tempat tidur dengan konsep built-in hingga menyentuh ceiling. (COZY RESIDING FOR JAWA POS)

Selain dua jenis itu, memilih closet bisa dipertimbangkan dari segi modelnya. Apakah ingin yang pintunya swing atau geser? Lalu, berapa pintu yang diinginkan? Menurut Marcel, standar lebar minimal wardrobe dengan pintu swing adalah 60 sentimeter.

’’Tujuannya, supaya baju gantungan enggak miring atau nabrak sama pintu, ’’ ujarnya. Semetara itu, untuk wardrobe pintu geser, built-in atau bukan, standar lebar minimalnya 65 sentimeter. ’’Lebih besar karena relnya atas bawah (top line), ’’ katanya.

Untuk ruangan kecil, Marcel lebih menyarankan wardrobe berpintu geser karena menghemat space. Lebar wardrobe pintu swing memang sedikit lebih kecil, tapi perlu room ekstra untuk membuka pintunya. Wardrobe dengan pintu slipping biasanya didesain lebih panjang karena cara membukanya ialah dengan menggeser satu pintu secara bergantian (tidak bisa dibuka lebar kedua pintu sekaligus).

KESAN THOROUGHLY CLEAN: Jika luas master bedroom cukup lapang, wardrobe bisa ditempatkan “terpisah” dari area tempat tidur dengan konsep built-in hingga menyentuh ceiling. (COZY LIVING FOR JAWA POS)

’’Satu pintu wardrobe geser itu minimal panjangnya fifty five sentimeter. Kalau lebih ingusan daripada itu bisa sih, tapi mengambil barang pada dalamnya sedikit-sedikit, tidak bisa leluasa, ’’ katanya.

Meski panjang, bukan ada space yang terbuang karena lebih banyak ruang untuk menyimpan pakaian pada dalamnya. ’’Kebanyakan apartemen yg memang space nggak terlalu besar biasa pake slipping atau enggak pakai pintu sekalian, ’’ katanya.


PILAH-PILIH MATERIAL

  • Menurut Marcel, wardrobe dengan material plywood / multipleks sudah cukup baik karena kuat dan kukuh. Daya tahannya sekitar 10–20 tahun bergantung pemakaian serta kualitas material dasarnya.
  • Jika memiliki bujet terbatas, wardrobe berbahan serbuk kayu bisa jadi pilihan. Biasanya ditemukan pada wardrobe freestanding di toko furnitur. Serbuk kayu punya kualitas beragam. Jika kualitasnya rendah, wardrobe cenderung reyot serta kurang kuat. Ketahanan material ini 3–7 tahun.
  • Bahan dasar itu kemudian dilapisi lagi. Salah satu jenis lapisan yang paling umum adalah HPL. Menurut Marcel, HPL cukup bagus karena tebal dan tahan air. Lapisan HPL juga tersedia dalam beragam motif kayu yang cantik.
  • Jika hendak wardrobe dengan warna-warna solid, pilihlah wardrobe dengan finishing duco . Harganya lebih tinggi daripada HPL, namun hasilnya lebih smooth. Warna-warnanya pun beragam.
KESAN CLEAN: Andai luas master bedroom cukup lapang, wardrobe bisa ditempatkan “terpisah” dari area tempat tidur dengan konsep built-in hingga menyentuh ceiling. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)