Polresta Denpasar Bubarkan Massa Demo Tuntut Bebaskan Jrx


Polresta Denpasar Bubarkan Massa Demo Tuntut Bebaskan Jrx
0
Categories : Berita

JawaPos. com –Polresta Denpasar bersama TNI dan Satpol PP membubarkan aksi demonstrasi yang menuntut pembebasan  drummer   music group Superman Is Dead (SID) I actually Gede Ary Astina alias Jrx. Dia tersangkut dugaan kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap IDI Bali.

”Harus bertindak tegas kepada teman-teman apalagi kita akui bersama sekarang Bali, dengan pemerintah yang baik, TNI Polri sedang bahu membahu mendisiplinkan masyarakat dan sudah terang dan sudah mengimbau kepada korlapnya, untuk saat sekarang tidak boleh ada pengumpulan atau gerombolan misalnya ini karena berbahaya, ” kata Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan seperti dilansir dari Masa di Denpasar, Selasa (29/9).

Kapolresta menegaskan, aksi tersebut tidak ada izin dan pihak kepolisian tidak memberikan izin serta tidak pernah memberikan izin kepada peserta aksi.

”Kami sudah bicara baik-baik tadi, andai ada penolakan kami pasti bersikap tegas karena memang dilarang wujud aksi berkumpul di massa Covid-19 ini, ” kata Jansen Avitus Panjaitan.

Di menyatakan, pada masa pandemi sangat dilarang ada kegiatan berkumpul termasuk demo. ”Bali saat ini termasuk dri beberapa provinsi dengan kasus yang tinggi jadi harus ada kerja sama seluruh masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19 ini, ” ucap Jansen Avitus Panjaitan.

Ratusan massa pendukung Jrx SID menuntut pembebasan terhadap Jrx dan menolak pelaksanaan sidang secara  online . Selain tersebut, dalam aksi ketiga kali terkait, salah satu peserta aksi melakukan orasi dan sempat bernyanyi lagu di depan kantor Kejaksaan Negeri Denpasar.

Massa aksi telah berkumpul sekitar pukul ten. 30 wita di sepanjang Jalan PB Sudirman, Denpasar. Para peserta aksi juga membawa poster yang bertuliskan Kritik tidak merupakan kriminal , Semesta Raya Bersama Jrx , dan spanduk panjang bertuliskan Saya Bersama Jrx . Sekitar pukul 11. 06 wita massa dibubarkan pihak kepolisian setelah diberikan penjelasan dan arahan terkait oleh bahayanya persebaran Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini: