Penggabungan Kementerian, Indra: Bambang Bertambah Cocok Jadi Mendikbud


penggabungan-kementerian-indra-bambang-lebih-cocok-jadi-mendikbud-1
0
Categories : Berita

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Departemen Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan bergabung bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan berubah dengan tanda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hal itu telah disetujui oleh DPR RI pada Jumat (9/4) lalu setelah melalui kerap Badan Musyawarah DPR RI.

Mengenai situasi itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji menghargai, penggabungan ini akan membuat target dalam menciptakan SDM Unggul Indonesia tidak fokus. Terlebih, kata dia Kemendikbud saat ini terlalu penuh program yang membuat terbuka bingung.

“Ini sepertinya konsep pembangunan SDM Unggul tidak sematang pendirian infrastruktur di periode pertama. Sekarang Kemendikbud aja enggak efektif. Programnya tida nyata, ini ditambahin lagi, bahan makin kacau, ” ungkapnya kepada JawaPos. com, Minggu (11/4).

Namun, tercapainya target SDM Ulung, Indonesia Maju ini bisa disiasati dengan dilakukannya reshuffle menteri. “Kecuali menterinya (Mendikbud) ganti, ” tuturnya.

Untuk diketahui, masa ini Kemendikbud dipimpin sebab Nadiem Makarim dan Kemenristek dikepalai oleh Bambang Brodjonegoro. Jika harus memilih di antara dua orang tersebut buat memimpin  Kementerian Pendidikan, Kultur, Riset dan Teknologi, Alat akan memilih Bambang Brodjonegoro.

“Bambang Brodjonegoro lah, karena ada mas beliau Pak Satryo (Soemantri Brodjonegoro) yang tokoh pendidikan tinggi (ilmuwan). Artinya grupnya bakal lebih jelas dibanding sekarang, ” jelasnya.

Begitu pula dengan ayahnya, Soemantri Brodjonegoro dengan merupakan Mendikbud Indonesia masa Maret-Desember 1973. Pria yang meninggal pada saat sedang menjabat Mendikbud itu pula diketahui pernah menjadi Rektor Universitas Indonesia periode 1964-1973.

Sementara letak Nadiem sendiri, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Nusantara (JPPI) Ubaid Matraji menilai bahwa Nadiem cocok mengepalai Kementerian Investasi. Pasalnya, pra menjadi Mendikbud, Nadiem adalah pendiri perusahaan yang kini memiliki status decacorn, yakni Gojek.

“Kalau itu kan udah punya track record, punya investasi di perusahaan digital, morat-marit menggerakkan sektor non sah itu punya record, tapi kalau soal pendidikan itu justru publik mempertanyakan, ketemunya di titik mana (tidak ada hubungan dengan pendidikan), sehingga banyak kebijakan yang gagap dan kelihatan tidak genuine dari diri dia sendiri, ” terang dia kepada JawaPos. com.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Hendarman menyambut baik penggabungan itu. Pihaknya akan menunggu kemajuan resmi perihal tersebut.

“Kemendikbud menyambut elok segala perubahan untuk melaksanakan Indonesia menjadi lebih maju lagi. Mari  kita tunggu pengumuman resmi oleh Abu Presiden terkait penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud ini, ” jelasnya kepada wartawan.