Penderita Sembuh Bertambah Banyak, Surabaya Optimistis Masuk Zona Kuning


Penderita Sembuh Bertambah Banyak, Surabaya Optimistis Masuk Zona Kuning
0
Categories : Berita

JawaPos. com − Pemkot optimistis masa-masa sulit dalam Surabaya segera berlalu. Persebaran virus korona berhasil dibendung. Kondisi Kota Pahlawan semakin baik dan beralih menuju zona kuning. Keyakinan pemkot itu terlihat dari sejumlah bukti yang dihimpun. Pertama, tingkat kesembuhan. Setiap hari puluhan warga yang terpapar Covid-19 dinyatakan sembuh. Jumlahnya pun terus meningkat.

Berdasar data dari Pemprov Jatim, pada 11 Oktober lalu, anak obat yang dinyatakan sembuh mencapai 60 orang. Berselang satu hari, level kesembuhan beranjak naik. Kini jumlahnya menjadi 76 orang. Bukti ke-2, minimnya persebaran korona di kelurahan. Pemkot mencatat, dalam beberapa hari terakhir, 33 kelurahan nol kejadian korona. Artinya, tidak ditemukan peristiwa baru di wilayah itu.

Kepala Bagian Humas Pemkot Febriadhitya Prajatara menjelaskan, kondisi Surabaya terus membaik. Virus korona macam baru bisa dikendalikan. ’’Kami tetap berupaya menekan persebaran Covid-19, ’’ jelasnya.

Febri, nama akrab Febriadhitya, menyampaikan kunci kejayaan pemkot dalam menangani virus korona. Pertama, pemkot menggeber 3 T. Yaitu, testing, tracing, serta treatment.

Untuk testing, setiap hari petugas kesehatan menggelar uji usap. Lokasinya di seluruh kecamatan. Juga di Gelora Pancasila serta labkesda. Ditambah lagi, setiap hari tim Swab Hunter turun menindak pelanggar protokol kesehatan (prokes). ’’Sanksi bagi pelanggar langsung dites swab, ’’ jelasnya.

Tracing terus dilakukan. Pemkot memiliki tim tracing khusus yang melibatkan 3 komponen. Ketiganya saling membantu. Yaitu, linmas, kelurahan, serta kecamatan. Pengobatan juga menjadi perhatian. Yang terinfeksi korona langsung ditangani di kos haji serta rumah sakit punca. ’’Kondisi pasien dipantau 24 tanda, ’’ paparnya.

Zaman ini jumlah warga Surabaya dengan terpapar korona 15. 044 orang. Jumlah pasien yang sembuh menyentuh 13. 563 orang. Febri optimistis jumlah itu semakin bertambah. ’’Target kami secepatnya Surabaya beranjak pelit, ’’ terangnya.

Pemkot memiliki langkah lain untuk memacu Surabaya beranjak menjadi zona kuning. Upaya itu dilakukan satpol PP. Yakni, memperketat jam malam beserta memelototi kerumunan. Kasatpol PP Eddy Christijanto mengatakan, pemkot sudah menetapkan jam malam. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota No 33 Tahun 2020. Seluruh pekerjaan warga harus selesai pukul 22. 00.

Dari hasil evaluasi, sejumlah kegiatan belum melayani aturan itu. Salah satunya aktivitas di warung kopi (warkop). ’’Dari hasil penindakan, tidak sedikit warkop yang melanggar, ’’ jelasnya.

Satpol PP tidak malas menerapkan sanksi tegas. Warkop dengan bandel ditutup. Dilarang beroperasi selama 14 hari. Contohnya, warkop pada Sukomanunggal. ’’Sudah berkali-kali diingatkan, sedang bandel. Langsung ditindak, ’’ tegasnya.

Rumah hiburan ijmal (RHU) dilarang beroperasi. Pasalnya, daripada hasil diskusi pemkot bersama Persakmi, virus korona rentan menyebar kepada pengunjung rumah hiburan itu. Pokok, ruangan tertutup. Ventilasi terbatas. Pula tidak bisa menerapkan aturan bangun jarak.

Selain tanda malam, petugas terus memelototi tempat usaha. Misalnya, warung, kafe, & pusat perbelanjaan. Tempat itu tak boleh terisi penuh. Maksimal 50 persen dari kapasitas. Mantan camat Genteng itu mengatakan, mayoritas awak Kota Pahlawan sudah mematuhi metode. Mengenakan masker sudah menjadi tradisi. Jumlah pelanggar prokes pun meluncur. Dulu ketika razia, petugas menangkap 300−400 pelanggar. Kini yang terjaring razia hanya 50 orang.

—

UPAYA PEMKOT MENUJU ZONA KUNING

  • Menggeber 3T (testing, tracing, dan treatment)
  • Menerjunkan Swab Hunter
  • Memelototi kerumunan
  • Memperketat aturan jam malam
  • Melarang RHU beroperasi
  • Mengizinkan tempat daya beroperasi, namun maksimal 50 tip dari kapasitas
  • Melangsungkan tindakan tegas dengan menutup tempat usaha yang melanggar

Bukti Surabaya Pulih

  • 33 kelurahan nol kasus korona.
  • Tingkat kesembuhan terus beranjak.
  • Jumlah pasien dengan dirawat di asrama haji langsung berkurang.
  • Pemkot tidak lagi memakai hotel sebagai wadah isolasi.

Saksikan video menarik berikut itu: