Pemimpin Fraksi Nasdem MPR: Kaum Muda Agen Keutuhan NKRI


Pemimpin Fraksi Nasdem MPR: Kaum Muda Agen Keutuhan NKRI
0
Categories : Berita

JawaPos. com – Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di MPR RI Taufik Basari mengingatkan, NKRI berdiri di atas kesepakatan, yang dibangun secara bersama oleh seluruh golongan & kelompok masyarakat yang ada zaman itu. Karena itu, kesepahaman beserta tersebut harus senantiasa dipupuk suburkan, agar langgeng, tidak gampang dirusak oleh siapapun.

“Kesepakatan mendirikan NKRI, ini harus dibantu oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali generasi muda. Bahkan, generasi muda harus mampu menjadi agen keutuhan NKRI, dengan selalu memperteguh persatuan dan kesatuan juga menghalau masuknya Ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, ” ujar pria yang akrab disapa Tobas dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Hal ini diungkapkan Tobas saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR MENODAI di hadapan masyarakat Desa Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Daksina, Provinsi Banten.

Pra merdeka, kata Tobas, Indonesia berbentuk suku-suku bangsa, kelompok masyarakat & kerajaan. Kelompok-kelompok komunitas masyarakat, tersebut hidup secara bersama dengan peran masing masing. Lalu, datanglah suruhan dagang dari Belanda. Semula, niat mereka hanyalah untuk berdagang, tapi kemudian memonopoli perdagangan dan melangsungkan penjajahan.

“Hidup pada bawah penjajahan itu ternyata tak nyaman. Karena itu tumbuhlah kesadaran untuk melepaskan diri dari sengkang penjajah. Namun, perjuangan mereka menggugurkan diri dari penjajahan selalu rusak lantaran perjuangan yang dilakukan bersifat sektoral, ” terangnya.

Setelah berkali-kali gagal, maka timbulah kesadaran kolektif, mereka berjuang tidak untuk kelompoknya sendiri-sendiri, tetapi buat kepentingan bersama. Kesadaran kolektif para-para pendiri bangsa ini muncul bersaingan dengan lahirnya politik etik yang digagas pemerintah Belanda. Salah utama kesadaran kolektif, itu muncul di bentuk Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda melihat bahwa keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, keyakinan, dan ras yang dimiliki marga Indonesia adalah kekayaan. Perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia harus dipelihara dan dilestarikan. Karena keberagaman, tersebut bukan untuk memecah belah, tapi untuk mempersatukan.

“Sejak itu munculah kebesaran jiwa dalam kalangan para pendiri bangsa untuk saling berkorban demi kepentingan yang lebih besar, ” katanya.

Dia menuturkan salah mulia bukti pengorbanan dan kesepakatan yang ditunjukkan para pendiri bangsa ialah diterimanya Pancasila sebagai dasar serta ideologi bangsa Indonesia. Pancasila yang lepas dari tujuh kata di dalam Piagam Jakarta, seperti yang ditemukan saat ini, merupakan bentuk pengorbanan yang harus terus ditumbuh kembangkan dan selalu dilestarikan di dunia Indonesia.

“Pancasila hasil pengorbanan dan kesepakatan besar para pendiri bangsa, itu tidak bisa diganti dengan ideologi dan dasar negara apapun, ” pungkasnya.