Ongkos Swab Test Mandiri Dibatasi Maksimal Rp 900 Ribu


Ongkos Swab Test Mandiri Dibatasi Maksimal Rp 900 Ribu
0
Categories : Berita

JawaPos. com – Tarif swab test mandiri kini tak bisa lagi dipatok seenaknya. Sebab, pemerintah telah menetapkan makna tarif tertinggi. Yakni, Rp 900 ribu. Harga tersebut sudah termasuk pemeriksaan dengan metode real time (RT) polymerase chain reaction (PCR).

Keputusan itu ditetapkan atas kesepakatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Departemen Kesehatan (Kemenkes) kemarin. Plt Penasihat Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menuturkan, WHO sudah merekomendasikan agar dilakukan pemeriksaan molekuler terhadap pasien terduga atau suspect Covid-19. Yang direkomendasikan untuk penyeliaan itu adalah metode PCR dengan cara swab.

Saat ini banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang memiliki kemampuan untuk swab test PCR tersebut. Namun, terjadi disparitas harga di antara sesama faskes. ’’Karena itu dilakukan penetapan biaya tertinggi. Biaya pokok dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat serta pihak fasilitas kesehatan penyelenggara, ’’ paparnya.

Keputusan tersebut tak serta-merta dilakukan. BPKP dan Kemenkes telah melakukan survei ke beberapa faskes. Mereka membahas penetapan kehormatan tersebut dalam tiga kali rapat.

Baca pula: Tim Swab Hunter Jaring 12 Pelanggar Protokol Kesehatan

Dia menyatakan, ada sejumlah komponen yang dijadikan referensi pemerintah untuk menentukan harga tertinggi swab test ini. Di antaranya, biaya jasa pelayanan sumber daya manusia yang terdiri atas kebaikan dokter, mikrobiologi klinik, ekstraksi, tenggat pengambilan sampel. Kemudian, komponen pelajaran habis pakai, misalnya APD golongan III, reagen ekstraksi dan PCR, overheat pemakaian listrik, air, maintenance, hingga pengelolaan limbah. Terakhir, beban administrasi dan pengiriman hasil. ’’Karena itulah ditentukan harga tertinggi swab Rp 900 ribu dengan RT PCR-nya, ’’ paparnya.

Sayang, penetapan tersebut tak disertai dengan standardisasi pelayanan. Baik soal pengambilan spesimen maupun waktu PCR. Kadir berkilah, penentuan harga sempurna itu tidak berkaitan dengan cepat lambatnya pemeriksaan. Sebab, pada hakikatnya, hasil tes bisa keluar secara cepat. Namun, perlu disadari, keterlambatan kadang terjadi karena jumlah sampel yang masuk cukup banyak. Padahal, kemampuan mesin dalam sekali running itu terbatas. ’’Jadi, nggak mampu juga kita menetapkan maksimal 1–2 jam hasil tes sudah keluar, ’’ ungkap dokter spesialis kuping, hidung, dan tenggorok (THT) tersebut.

Penetapan itu akan ditindaklanjuti dengan surat edaran (SE) resmi. Rencananya, SE dikeluarkan minggu depan. ’’Penetapan harga tertinggi asi setelah SE diterbitkan, ’’ paparnya.

Untuk pengawasan di lapangan, pihaknya bakal menugaskan biro kesehatan setempat. Sebab, laboratorium penelitian berada di bawah naungan dinas kesehatan.

Bagaimana kalau masih ada yang mematok bayaran di atas Rp 900 ribu? Kadir mengatakan, pihaknya akan menyerahkan teguran keras. ’’Tapi, harapannya tidak ada sanksi ya. Semua bagian bisa dengan sadar menerapkan, ’’ ungkapnya. Dia juga menerangkan, penetapan harga itu bakal dievaluasi secara berkala. Perubahan harga pada bagian penentu akan dijadikan bahan pertimbangan.

Baca juga: Kasus Langka di AS, Tengkorak Kepala Perempuan Bocor Usai Tes Swab

Tes Swab Gratis

Pemerintah menyiapkan tes swab gratis berskala besar. Sasarannya adalah para tenaga medis, relawan, personel TNI-Polri, maupun satpol PP yang berada di garis pendahuluan penanganan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memerintah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyiapkan pedoman praktis pelaksanaan uji swab tersebut. ”Untuk proses pengujian harus bisa dibuatkan pedomannya agar tidak terjadi kebingungan tenaga kesehatan tubuh di lapangan, ” kata Luhut pada rapat koordinasi, Kamis (1/10).

Dalam pedoman tersebut, kata Luhut, perlu diberi penjelasan detail tentang lab pengujian serta prosedur pelaksanaannya. Luhut juga berpesan untuk melibatkan asosiasi profesi seolah-olah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) buat membantu melakukan uji swab bagi tenaga kesehatan, polisi, TNI-Polri, dan satpol PP.

Saksikan video menarik berikut tersebut: