Nilai Suap hingga Gratifikasi Kepada Nurhadi Menurun dari Perkara


nilai-suap-hingga-gratifikasi-kepada-nurhadi-menurun-dari-dakwaan-1
0
Categories : Berita

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono telah divonis enam tahun pidana tangsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Manipulasi (Tipikor) Jakarta. Vonis tersebut lebih rendah dari syarat jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Nurhadi secara hukuman 12 tahun kurungan dan menantunya, Rezky Herbiyono dituntut 11 tahun penjara.

Selain memvonis rendah, nilai suap gratifikasi Nurhadi juga turun ataupun tidak sama seperti perkara Jaksa KPK. Majelis Ketua hanya meyakini, Nurhadi serta menantunya hanya menerima suap senilai Rp 35. 726. 955. 000.

’’Uang sejumlah Rp 35. 726. 955. 000 sebetulnya yang diterima oleh para terdakwa dari saksi Hiendra Soenjoto tersebut dengan arah untuk pengurusan perkara PT Multicon Indrajaya Terminal yang mempunyai masalah hukum secara PT KBN di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jadi perkaranya sampai di level peninjauan kembali (PK) pada MA RI adalah terpaut gugatan sewa menyewa depo kontainer milik PT Daerah Berikat Nusantara (PT KBN) seluas 57. 330 meter persegi dan 26. 800 meter persegi yang terletak di Marunda, ’’ kata pendahuluan Ketua Majelis Hakim, Saifuddin Zuhri sebagaimana amar vonis di Pengadilan Negeri Aksi Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yang dibacakan Rabu (10/3) malam.

Padahal nilai suap sebagaimana perkara Jaksa KPK, Nurhadi dan Rezky dinilai menerima uang suap sebesar Rp Rp 45. 726. 955. 000. Uang suap tersebut dikasih agar memuluskan pengurusan kejadian antara PT MIT secara PT KBN terkait dengan gugatan perjanjian sewa mengontrak depo kontainer.

Alasan pengurangan uang uang sogok itu karena dinilai Rezky telah mengganti sebesar Rp 10 miliar. Uang itu diganti dengan sertifikat kebun kelapa sawit di Medan Lawas Sumatera Utara sebanyak 11 sertifikat. ’’Oleh Hiendra Soenjoto diagunkan senilai Rp 10 miliar dan kedua 20 sertifikat dan untuk penyerahan sertifikat kebun sawit kedua tersebut bahwa uang sejumlah Rp 35, 7 miliar yang telah diterima oleh terdakwa dua, Hiendra Soenjoto dianggap lunas serta telah dikembalikan, ’’ perkataan Hakim Saifudin.

Selain itu, nilai uang gratifikasi yang diterima Nurhadi dan Rezky juga dinilai berkurang. Nurhadi dan Rezky hanya terbukti menerima gratifikasi senilai gratifikasi yang terbukti Rp 13. 787. 000. 000.

Kausa penerimaan gratifikasi itu bertambah rendah karena gratufikasi dibanding Freddy Setiawan senilai Rp23, 5 miliar dipandang tidak terbukti. Uang itu dinilai mengalir ke Rahmat Santoso yang merupakan tim kuasa hukum Freddy, yang pula adik ipar Nurhadi. ’’Gratifikasi yang terbukti Rp13. 787. 000. 000, ’’ cakap Hakim Saifuddin.

Hukuman uang pengganti juga tidak dijatuhkan kepada Nurhadi dan Rezky. Padahal Jaksa KPK menuntut agar kedua terdakwa membayarkan uang pengganti sebesar Rp 83. 013. 955. 000. Sementara tersebut, hakim tidak menjatuhkan uang pengganti untuk Nurhadi serta Rezky Herbiyono, karena dinilai tidak merugikan keuangan negeri.

Nurhadi serta Rezky Herbiyoni terbukti menerima suap melanggar Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Cetakan 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat  (1) KUHP.

Keduanya juga terbukti menerima gratifikasi melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Urusan 65 ayat (1) KUHP. (*)

Saksikan gambar menarik berikut ini:

[embedded content]