Kunjungi Pasar Krempyeng, Eri Cahyadi Janjikan Revitalisasi Pasar


Kunjungi Pasar Krempyeng, Eri Cahyadi Janjikan Revitalisasi Pasar
0
Categories : Berita

JawaPos. com –Calon Wali Praja Surabaya Nomor Urut Satu Eri Cahyadi memiliki cara sendiri mengingat Hari Pahlawan. Pada Selasa (10/11) pagi, dia berkeliling ke bermacam-macam tempat dengan sepeda kuno.

Berbagai tempat dia kunjungi. Salah satunya adalah Pasar Krempyeng. Di pasar yang berada dalam Jalan Kalisari Tempurejo, Eri berehat dan turun dari sepeda. Kemudian dia mengobrol dengan pedagang sekali lalu melihat fasilitas pasar.

Dia mengungkapkan, Pasar Krempyeng Sutorejo merupakan pasar kampung. Pasar itu bukan aset pemkot. Untuk membangun dan melengkapi fasilitas bangunan itu bergantung pada dana swadaya.

Eri sempat menerima keluhan pedagang. Salah satunya dari Iis Rohmah. Sejak pandemi Covid-19, pasar makin sepi. Pembeli enggan berbelanja di pasar itu. ”Pendapatan jauh berkurang, ” tutur Iis.

Menurut Iis, warga takut terjaring razia penindakan protokol kesehatan (prokes). Sebab, petugas kelurahan kerap berkeliling. ” Gimana nggak takut? Mereka memelototi pembeli yang tidak memakai kedok, ” terang Iis.

Selain itu, warga juga tangan belanja ke pasar karena tak ada lahan parkir yang sanggup menampung semua kendaraan.

Melihat itu, Eri berjanji buat membenahi semua fasilitas itu. ”Keberadaan pasar sangat penting, ” ucap Eri.

Mantan kepala Bappeko itu memberikan solusi buat meningkatkan pembeli. Misalnya, pada kala pandemi Covid-19, penjual dan pembeli harus mematuhi protokol kesehatan. ”Sehingga satgas nggak perlu memelototi satu mulai satu. Sudah percaya, ” ujar Eri.

Selain tersebut, perlu revitalisasi pasar. Eri mengatakan, saat masih menjabat sebagai kepala Bappeko, tidak sedikit pasar yang dibenahi. ”Kami dulu meyakini kalau pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli itu dibuat terang. Sehingga nyaman, ” papar Eri.

Dia menjanjikan rencana pembenahan pasar tradisional terus bersambung. Seluruh pasar yang minim kemudahan didata. Selanjutnya dibenahi. Untuk pasar milik pemkot bisa menggunakan taksiran APBD. ”Kalau pasar kampung & dikelola perorangan bisa memakai taksiran CSR, ” ujar Eri.

Saksikan video memikat berikut ini: