KPK Telisik Arahan Khusus Nurdin Abdullah dalam Pengadaan Proyek


kpk-telisik-arahan-khusus-nurdin-abdullah-dalam-pengadaan-proyek-1
0
Categories : Berita

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK) terus menelisik kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang serta jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah. Lembaga antirasuah mendalami arahan khusus Nurdin dalam pengadaan proyek dalam Sulsel.

Kejadian ini didalami penyidik KPK melalui lima pegawai jati sipil (PNS) Pemprov Sulsel. Lima PNS yang diperiksa antara lain Samsuriadi, Herman Parudani, Andi Salmiati, Munandar Naim dan Abdul Muin yang diperiksa pada Sabtu (13/3) di kantor Kepolisian Daerah Sulsel.

“Melalui pengetahuan para bukti tersebut, tim penyidik KPK terus mendalami antara asing terkait dengan lelang order proyek jalan ruas Palampang- Munte-Botolempangan yang diduga ada perintah khusus oleh tersangka NA (Nurdin Abdullah) meniti tersangka ER (Edy Rahmat) agar memenangkan kontraktor tertentu, ” kata pelaksana perintah (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Minggu (14/3).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang jadi tersangka. Mereka diantaranya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sekdis PUTR Pemprov Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Utama Sucipto.

KPK menduga, Nurdin menerima uang sogok dan gratifikasi total Rp 5, 4 miliar. Mengenai rincian suap dan gratifikasi itu antara lain, Nurdin menerima uang melalui Edy Rahmat dari Agung Sucipto pada Jumat, 26 Februari 2021. Suap itu adalah fee untuk penentuan masing-masing dari nilai proyek yang nantinya akan kerjakan sebab Agung.

Selain itu, Nurdin juga dalam akhir 2020 lalu pernah menerima uang senilai Rp 200 juta. Penerimaan kekayaan itu diduga diterima Nurdin dari kontraktor lain. Lalu pada pertengahan Februari 2021, Nurdin Abdullah melalui Samsul Bahri (ajudan NA) menerima uang Rp 1 miliar dan pada awal Februari 2021, Nurdin Abdullah pula melalui Samsul Bahri menerima uang Rp 2, 2 miliar.