Ketua KPU Singgung Legitimasi, Bobby Lecutkan Istilah Wali Kota Hantu


Ketua KPU Singgung Legitimasi, Bobby Lecutkan Istilah Wali Kota Hantu
0
Categories : Berita

JawaPos. com – Ketua KPU Kota Zona, Agussyah Damanik singgung pentingnya legitimasi publik di Pilkada Medan, di dalam pidato pembuka debat II dengan ditayangkan TVRI, Sabtu (21/11) suangi. Terkait ini, Calon Wali Kota Medan No Urut 2 tahu melecutkan istilah “wali kota hantu”.

“Mengapa kita terus-menerus turun ke tengah-tengah masyarakat, tersebut agar kita paham kebutuhan mereka, jika kelak diberi amanah menyelenggarakan. Sehingga, nantinya tidak menjadi pemangku kota hantu. Mengambang, di awang-awang. Ke atas tidak nyambung, ke bawah tidak di dengar, ” ujar Bobby, saat beberapa waktu lalu menyahuti aspirasi warga Dunia Asri, Medan Helvetia.

Sebelumnya, warga mengeluhkan kepemimpinan contoh yang mereka nilai tidak dapat berkomunikasi dengan pemerintah pusat, apalagi provinsi maupun kabupaten dan praja penyanggah. Sehingga, ibukota Provinsi Sumut ini tertinggal dari kota-kota di provinsi lain.

Bobby kemudian mengatakan legitimasi pemimpin produk pilkada langsung dapat diukur dari tingkat partisipasi pemilih. Fakta menunjukkan, Pilkada Medan 2015, yang memanifestasikan H. T. Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution hanya diikuti sekitar 25, 38% dari 1, 99 juta pemilih yang terdaftar.

“Dalam kondisi begitu, legitimasi sangat nista. Sulit kita mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Cakap kita tidak didengar. Jika komunikasi ke atasan tak jalan, maka jadilah wali kota hantu, ” simpulnya sambil disambut riuh-rendah tawa awak.

Agussyah Damanik tak segamblang itu menyampaikan bahwa Pilkada Medan 2015 menghasilkan produk dengan tidak kuat legitimasi publiknya. Tetapi, dia berharap kontestan Pilkada 2020 ini mampu meningkatkan partisipasi pemilih dengan penjabaran program yang lugas dalam debat.

Diketahui, daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada Medan kali ini adalah 1, 6 juta. Pandemi Covid-19 membuat banyak pihak ragu partisipasi masyarakat bisa ditingkatkan signifikan. Namun, Pasangan Calon Nomor Urut 2, Bobby Nasution-H. Aulia Rachman optimistis upaya mereka menyerap aspirasi masyarakat hingga ke gang-gang kecil pada Medan akan berbuah positif. Asosiasi akan menggunakan hak pilihnya 9 Desember mendatang.