Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Rizieq Shihab


jaksa-minta-hakim-tolak-eksepsi-terdakwa-rizieq-shihab-1
0
Categories : Berita

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Jaksa penuntut umum (JPU) menodong agar Majelis Hakim Mahkamah Negeri Jakarta Timur menegasikan nota keberatan atau eksepsi Imam Besar Front Advokat Islam (FPI) Rizieq Shihab. Jaksa menilai, eksepsi terdakwa Rizieq Shihab telah menyelundup pokok perkara atas surat dakwaan.

“Ekspesi masuk ke pokok pasal yang seharusnya belum dibahas, ” kata Jaksa menyikapi eksepsi Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, Selasa (30/3).

Jaksa memandang, eksepsi Rizieq Shihab tidak termasuk ke di dalam dalil hukum yang sah. Melainkan hanya bersifat dalih terdakwa dengan menggunakan bagian suci Al-quran dan hadits Rasulullah SAW yang tak menjadi padanan hukum di Indonesia.

Jaksa juga lantas menggunakan hadits Nabi Muhammad SAW di menanggapi eksepsi Rizieq. Kejadian ini mengenai jika Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW mencuri maka juga mau dipotong tanggannya oleh rasul.

“Jika dalam tengah mereka ada seorang lemah, rakyat biasa menyikat maka ditegakkan atasnya hukum. Demi Allah jika Fatimah putri Nabi Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya dari Sabda Rasul. Jaksa memaknai siapapun bersalah, kaidah harus ditegakkan, ” kasar Jaksa.

Jaksa meyakini, surat dakwaan terhadap Rizieq telah disusun dengan jelas dan cermat. Peristiwa ini sebagaimana didakwakan pada Rizieq Shihab.

Sementara itu, Majelis Hakim akan membacakan putusan selat atas nota keberatan Rizieq Shihab pada 6 April 2021 mendatang. Hakim bakal terlebih dahulu mempertimbangkan keberatan terdakwa Rizieq Shihab & tanggapan Jaksa.

“Jadi, untuk mempertimbangkan keberatan dan tanggapan dari penuntut umum, majelis hakim hendak bermusyawarah dan menyusun putusannya, nanti putusan dibacakan dalam hari Selasa 6 April 2021, ” tandas Kepala Majelis Hakim, Soparman Yompa.

Dalam persidangan, Rizieq Shihab didakwa menghasut masyarakat untuk membuat kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat. Sehingga melanggar aturan protokol kesehatan pada era pandemi Covid-19.

Kerumunan massa itu berlaku saat menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab, pada November 2020.

[embedded content]