Hentikan Kasus BLBI Sjamsul Nursalim, KPK: Tak Ada Upaya Hukum Lain


hentikan-kasus-blbi-sjamsul-nursalim-kpk-tak-ada-upaya-hukum-lain-1
0
Categories : Berita

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan tulisan penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3) terhadap dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menjerat Sjamsul Nursalim dan istrinya, Ijtih Nursalim. Penghentian penyidikan ini sesuai dengan keyakinan Pasal 40 UU KPK.

Wakil Kepala KPK Alexander Marwata mengirimkan, alasan pihaknya menerbitkan SP3 untuk Sjamsul Nursalim dan Ijtih Nursalim berdasarkan vonis Peninjauan Kembali (PK) bekas Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT). Putusan PK itu menguatkan putusan kasasi yang dijatuhkan MA terhadap Syafruddin.

“Putusan MA RI atas kasasi SAT Nomor: 1555 K/Pid. Sus/2019 tanggal 9 Juli 2019 dengan terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung yang membuktikan bahwa perbuatan terdakwa bukan merupakan tindak pidana serta melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtsvervolging), ” kata Alex membacakan kutipan vonis kasasi Syafruddin di Gedung Merah Putih KPK, Bulevar Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (31/3).

Baca Juga: KPK Hentikan Pasal Konglomerat Sjamsul Nursalim serta Istrinya

Kejadian yang menjerat Syafruddin pada kasus BLBI yang dinilai merugikan keuangan negara sejumlah Rp 4, 58 triliun merupakan acuan untuk menjerat Sjamsul Nursalim dan istrinya Ijtih Nursalim. Tetapi jeratan hukum terhadap Syafruddin dimentahkan pada tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Real, pada pengadilan tingkat perdana di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Syafruddin divonis 13 tahun pidana penjara dan kompensasi Rp 700 juta. Vonis itu dibacakan pada 24 September 2018.