Dorong Ekonomi Mikro, BRI Berdayakan UMKM Hingga Siapkan Desa BRILian


Dorong Ekonomi Mikro, BRI Berdayakan UMKM Hingga Siapkan Desa BRILian
0
Categories : Berita

JawaPos. com – Bank BRI (BBRI) membuktikan tidak hanya fokus menyalurkan pemberian stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional, pada saat yang bersamaan menjalankan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara komprehensif dan terukur.

Pemberdayaan pelaku usaha menjadi satu diantara kunci dalam meningkatkan potensi serta kapasitas pelaku UMKM di Nusantara, mengingat segmen ini memiliki jasa yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Di satu bagian, UMKM saat ini menjadi daerah yang paling terdampak atas gawat akibat pandemi Covid-19.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, mengatakan Perseroan saat ini fokus pada pemberdayaan UMKM yang konsepnya terintegrasi dengan seluruh kementerian/lembaga. “Konsep pemberdayaan kami jalankan secara  lengkap dan sangat terukur, dan bisa dimonitor dengan baik, ” ujar Supari dalam keterangan yang diterima JawaPos. com, Jumat (30/10).

Program pemberdayaan UMKM yang dijalankan BRI memiliki tiga fase, yakni fase dasar, integrasi dan interkoneksi. Di fase dasar, BRI melakukan mapping UMKM dengan sistem self-assesment naik kelas menggunakan parameter yang sudah difasilitasi oleh Bank BRI. Selanjutnya, fase integrasi, BRI mengintegrasikan sistem dan database secara kementerian/lembaga terkait sehingga menjadi bahan center UMKM. Terakhir, BRI melayani integrasi antara sistem dan database yang dimiliki Perseroan, kementerian/lembaga terpaut serta koneksi dengan instansi eksternal yang terkait perizinan, sertifikasi halal, UMKM ekspor.

“Konkritnya, kami mencoba menghitung kembali kegiatan ekonomi pada level grass root. Saat ini yang terjadi, bagaimana kami bisa menghubungkan pedagang dengan pembeli, yang tadinya tutup tak ada aktivitas karena penerapan Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB), ” tukas Supari.

Dalam pemberdayaan UMKM, BRI memberikan literasi dasar, bisnis dan digital yang diberikan secara berjenjang sesuai secara level entrepreneurship yakni unfeasible-unbankable, feasible-unbankable dan feasible-bankable. Literasi dasar mencakup inklusi keuangan (pengenalan produk dan jasa perbankan), manajemen keuangan pokok (akuntansi sederhana).

Literasi bisnis berupa peningkatan kapasitas eksekutif, legalitas/kepatuhan, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha. Mengenai, literasi digital diberikan kepada UMKM Literasi kepada UMKM dengan tujuan berupa go modern, go digital, go online, go global.

“Untuk pemberdayaan ini, BRI melibatkan 176 expertise dan 104 mentor tersertifikasi serta kementerian dan asosiasi. Mengenai progres pemberdayaan UMKM, BRI telah menyelenggarakan 1. 043 pelatihan yang diikuti sebanyak bertambah dari 24 ribu peserta” introduksi Supari.

Supari menambahkan, BRI juga mengembangkan Desa Pintar, yang sekarang sedang berlangsung hidup sama dengan Kementerian Desa. “Kami akan bangun desa-desa yang sepadan ketika mereka tidak butuh uang desa, yang kepala desanya visioner, dan bisa menghidupi desanya tunggal, ” papar Supari.

BRI menilai para pelaku UMKM di sektor pertanian dan peternakan di wilayah perdesaan menyimpan daya yang luar biasa untuk didorong berkembang. Diakui Supari, hal tersebut didapatinya saat kunjungan ke suatu desa di Kediri Jawa Timur, yang mayoritas mata pencaharian warganya beternak sapi penghasil susu dan bekerja sama dengan perusahaan rasio besar.

“Mantri aku ada di sana, dia berkisah, seluruh nasabahnya tidak ada dengan direstrukturisasi. Inilah sektor yang sungguh biasa, ke depan harus kita lakukan pemberdayaan. Dan nyatanya itu tangguh di beberapa klaster. BRI selama pandemi ini lebih banyak mengalokasikan resources-nya ke desa – desa, ” ungkap Supari.

Di sisi lain terpaut dukungan pembiayaan, hingga September 2020, BRI telah menyalurkan KUR kepada lebih dari 3, 3 juta debitur dengan plafon sebesar Rp 90, 10 triliun. Adapun pembagian kredit atas penempatan dana Negeri (PMK No. 70) sebesar Rp 10 triliun di mana BRI berkomitmen me-leverage tiga kali lipat, BRI telah menyalurkan dengan total Rp30, 1 triliun per tujuh Agustus 2020. Dana tersebut disalurkan kepada 695 ribu debitur. Bagian mikro menjadi segmen penerima terbesar dengan nilai Rp 21, 64 triliun kepada 679 ribu debitur. Segmen kecil menjadi penerima kedua terbesar, dengan nilai kredit 4, 54 triliun kepada lebih lantaran 14 ribu debitur. Sedangkan segmen ritel menengah sebesar Rp 3, 78 triliun kepada 1. 941 debitur.

Selain penempatan deposito, BRI juga menyalurkan subsidi bunga dari Pemerintah atas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tenggat 25 September, BRI memberikan sumbangan bunga sebesar Rp 2, 64 triliun dengan outstanding Rp 270 triliun kepada 6, 5 juta pemilik rekening.

Tidak hanya itu saja, BRI pula telah menyalurkan kredit khusus kepada segmen ultra mikro. Per 4 Oktober lalu, menurut Supari, BRI telah memberikan kredit sebanyak Rp 2, 08 triliun kepada 240 ribu pelaku usaha. Sementara tersebut, hingga 25 September 2020, BRI telah menyalurkan Rp 12, dua triliun Bantuan Produktif Usaha Mikro kepada 5, 08 juta rekening.

Dia menilai UMKM merupakan penopang ekonomi negara itu, karena sektor ini mampu menanggulangi kemiskinan, mengatasi permasalahan pemerataan dan sumber devisa masa depan. Pada hal penyerapan tenaga kerja, ada 61 juta pengusaha mikro, serta masing-masing unit usaha tersebut meminta 1, 7 tenaga kerja. “Mari kita sama-sama untuk melihat UMKM ini agar menjadi penopang perekonomian negara di masa depan, ” tutupnya.