Bukti Paslon Eri-Armuji Protes Penundaan Kerap Pleno Rekapitulasi


Bukti Paslon Eri-Armuji Protes Penundaan Kerap Pleno Rekapitulasi
0
Categories : Berita

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

JawaPos. com – Penundaan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penghitungan Suara tingkat tanah air Pilwali Surabaya 2020 berujung penentangan. Saksi dari pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya nomor urut 01, Eri Cahyadi dan Armuji memprotes penundaan rapat itu.

Sebelumnya, rapat pleno tersebut dijadwalkan pada 15 dan 16 Desember dalam hotel Singgasana Surabaya. Namun, ada beberapa kendala yang membuat kerap harus tertunda. Salah satunya ialah pencermatan ulang hasil tabulasi rekapitulasi manual dengan aplikasi Si Rekap sebagai laporan ke KPU RI.

Karena alasan itulah rapat yang dijadwalkan berakhir di Rabu (16/12) kembali ditunda had Kamis (17/12). Pada pukul 21. 00, kecamatan Gubeng menjadi daerah terakhir yang melalui proses rekapitulasi. Hingga pukul 22. 00, pengikut rapat melakukam break selama 15 menit.

Setelah itu, Sinar Syamsi, Ketua KPU Surabaya menganjurkan pada peserta rapat untuk melanjutkan rapat keesokan harinya, pada Kamis (17/12) pukul 11. 00 siang. Namun, saksi dari Paslon 01 menolak. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan berpedoman pada aturan dan jadwal. Artinya, rapat harus diselesaikan pada hari itu juga. ’’Nggak bisa. Harus selesai malam itu juga. Kalau nggak gitu, terbitkan berita acara yang menunjukkan buatan rapat hari ini, ’’ menodong Wimbo Ernanto, LO Paslon 1.

Namun, Syamsi telah mengetuk palu yang menandakan mampu ditunda hingga keesokan harinya. Wimbo pun menghampiri Syamsi dan semesta Komisioner KPU lainnya. Wimbo pun menyampaikan pendapat dengan nada luhur dan penuh tuntutan. Beberapa kali Ia menyebutkan bahwa KPU sudah seharusnya mengakhiri rapat malam itu. ’’Selesaikan malam ini sesuai rancangan, ’’ tuntutnya.

Komisioner KPU Soeprayitno atau yang familier disapa Nano pun berusaha menenangkan Wimbo. Beberapa kali Ia membaca. Namun Wimbo tampak tidak menyambut penjelasan tersebut. Kurang lebih lima menit kemudian, Wimbo pun mengambil menyerah. Ia mengajak teman-temannya dengan juga sesama saksi 01 untuk keluar ruangan. ’’Di undangan itu sudah jelas hari ini ialah rekapitulasi. Produk rekapitulasi adalah informasi acara. Kalau hari ini informasi acara tidak dibuat ada apa? Banyak alasan-alasan klasik, ’’ ucap dia.

Wimbo mempertanyakan statement dari pihak KPU yang menyatakan bahwa rekapitulasi hasil akhir telah selesai, namun tidak bisa menimbulkan berita acara. Alasan itulah dengan membuatnya terus menuntut KPU buat menerbitkan berita acara. ’’Saya kecewa dengan penundaan. Harusnya bisa diumumkan malam ini. Kalau break 1–2 tanda sih nggak apa-apa. Nah itu sampai besok, ’’ keluhnya.

Ketika ditanya soal kehadirannya di rapat lanjutan keesokan harinya, Wimbo mengaku belum tahu. ’’Akan kami koordinasi dengan tim, ’’ sahutnya. Terkait tuntutan dan kesalahpahaman tersebut, Nur Syamsi mengatakan kalau break bukan hanya keputusan KPU. Namun juga peserta rapat.

’’ Break itu bukan kehendak KPU, tapi juga keputusan pleno. Tersebut harus dikedepankan. Selain itu, ini sudah malam. Kondisi sudah jam segini dan di tengah pandemi, kami berharap semua tetap bugar, maka diputuskan untuk break, ’’ terang Syamsi.

Perkara protes tersebut, Syamsi mengatakan kalau pihaknya sudah menegaskan bahwa rapat pleno belum ditutup. ’’Kalau sudah ditutup, maka kami harus membuat berita acara. Sama dengan malam sebelumnya yang juga ditunda, ’’ tegasnya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]