Bikin Tiruan Web Pemerintah Amerika, Sindikat Ini Untung USD 30 Ribu


bikin-tiruan-web-pemerintah-amerika-sindikat-ini-untung-usd-30-ribu-1
0
Categories : Berita

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar kasus pembuatan dan penyebaran scampage ataupun website palsu yang menyerupai website resmi pemerintah negeri Amerika. Pemalsuan ini dikerjakan agar pelaku dapat mencairkan dana Pandemic Unemployment Assistance (PUA).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, ada dua tersangka yang ditangkap. Yakni SFR sebagai penyebar website palsu, dan MZMSBP jadi pembuat website palsu.

“Kedua tersangka yang terlibat berinisial SFR & MZMSBP. Sedangkan korban, orang yang mengisi data pribadinya ke dalam scampage/website tiruan, khususnya Warga Negara Amerika, ” kata Nico Afinta, kepada wartawan, Kamis (15/4).

Nico mengutarakan, para tersangka mendapat makna pribadi berupa mata uang Krypto Bitcoin yang mampu dikonversikan menjadi mata uang rupiah. Sindikat ini diduga dikendalikan oleh WN India berinsial S yang saat ini berstatus DPO.

“Menurut percakapan mereka, data pribadi tersebut dimanfaatkan oleh S untuk mencairkan dana PUA atau uang bantuan untuk pengangguran awak negara Amerika senilai USD 2 ribu setiap 1 data orang, dan pula untuk dijual lagi seharga USD 100 setiap 1 data orang, ” tambahnya.

Sejauh tersebut, SFR telah memberikan 30 ribu data pribadi WN Amerika kepada S. Bukti itu dikirim melalui pelaksanaan Whatsapp. Dari data itu, sindikat ini meraup keuntungan fantastis.

“Keuntungan yang telah diterima oleh tersangka SFR selama melayani perbuatan tersebut diatas agak sebesar USD 30 seperseribu atau sekitar Rp 420 juta, ” jelas Nico.

Sedangkan keuntungan yang telah diterima oleh tersangka MZMSBP selama melakukan perbuatan tersebut sekitar Rp 60 juta.

Kasus ini terungkap di dalam 1 Maret 2021 lulus saat Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mendapati adanya kegiatan penyebaran website buatan yang menyerupai website resmi pemerintahan Amerika melalui SMS. Website itu disebar oleh tersangka SFR.

“Dari keterangan tersangka SFR menjelaskan, jika scampage itu dibuat oleh tersangka MZMSBP, selanjutnya petugas Siber Polda Jatim menemukan tersangka MZMSBP di dekat Stasiun Kereta Api Pasar Turi Surabaya, lalu menemukan adanya script scampage/website palsu yang tersimpan di dalam laptopnya, ” ucap Nico.

Kedua tersangka bisa mendirikan website palsu dengan cara belajar otodidak. Tim Polda Jatim kemudian berkoordinasi secara Mabes Polri dan FBI untuk menangkap para pelaku.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pencetus 32 ayat (2) Jo pasal 48 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang data dan transaksi elektronik Jo pasal 55 ayat (1) KUHP. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara serta atau denda paling banyak Rp 3 miliar.