Bermufakat dengan Trauma La Furia Roja dan Kutukan Krasnodar


Bermufakat dengan Trauma La Furia Roja dan Kutukan Krasnodar
0
Categories : Berita

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

JawaPos. com- Meloloskan Sevilla ke babak 16 besar Perserikatan Champions kemarin (25/11) menambah rapor sukses Julen Lopetegui. Musim morat-marit atau musim pertama Lopetegui beriringan Sevilla, eks entrenador timnas Spanyol itu sukses mempersembahkan gelar juara Bon Europa.

Sukses Longgar Nervionenses kemarin sekaligus kemenangan ”psikis” Lopetegui. Bagaimana tidak, menghadapi FC Krasnodar di Krasnodar Stadium, guru 54 tahun itu harus mengambil lembaran buruk dalam karir kepelatihannya.

Yaitu, ketika Lopetegui dipecat sebagai pelatih timnas Spanyol hanya dua hari sebelum matchday pertama fase grup Piala Dunia 2018 kontra Portugal (13/7/2018).

Penyebabnya, dia menjalin negosiasi buat menangani Real Madrid musim 2018–2019. Ketika dia dipecat, markas La Furia Roja –sebutan timnas Spanyol– ada di Krasnodar.

Bersama Real, Lopetegui hanya menetap tiga bulan seiring hanya mengambil 6 kemenangan dalam 14 langgar. Durasi tersingkat dalam karirnya sebagai pelatih. Ketika menangani Rayo Vallecano pada 2003, klub asuhan pertamanya, Lopetegui masih bertahan sampai bulan keempat.

Banyak pihak yang mengaitkan kesialan cerita Lopetegui bersama Los Merengues adalah sumpah dari kotak pandora La Furia Roja. Sebab, semasa menangani La Furia Roja, Lopetegui tak terkalahkan dalam 20 pertandingan selama perut tahun.

Karena tersebut, ketika Sevilla menang 2-1 berasaskan FC Krasnodar dan mengunci tiket fase knockout, Lopetegui serasa sudah berdamai dengan masa kelamnya. ”Aku hanya fokus dengan pertandingan biar ada cerita di masa laluku di tempat ini (Krasnodar, Red), ’’ kata Lopetegui seperti dilansir RT.

Keberhasilan Lopetegui kemarin diiringi dua catatan memorable lainnya bagi Sevilla. Yakni, gol-gol yang dicetak oleh gelandang Ivan Rakitic pada menit ketiga lebih 52 detik dan striker Munir El Haddadi (menit ke-94 lebih 10 detik) adalah yang menyesatkan awal dan paling akhir bagi Sevilla dalam sejarah partisipasinya di Liga Champions.