Beda dengan Brasil, Turki Pastikan Vaksin Sinovac Manjur 91, 25 Upah


Beda dengan Brasil, Turki Pastikan Vaksin Sinovac Manjur 91, 25 Upah
0
Categories : Berita

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Indonesia masih menantikan hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di Bandung sebab para tim riset terhadap vaksin Covid-19 dari Tiongkok, Sinovac. Serupa menunggu, sejumlah negara yang serupa menguji vaksin ini, sudah mengumumkan efikasi atau kemanjuran vaksin tersebut.

Di Turki, hangat saja diumumkan, vaksin Covid-19 dengan dikembangkan oleh Tiongkok Sinovac Biotech efektif 91, 25 persen. Angka itu menurut data sementara sebab uji coba tahap akhir pada Turki, hasil yang berpotensi jauh lebih baik daripada yang dilaporkan dari uji coba vaksin di Brasil.

Sebab para peneliti di Brasil, yang serupa menjalankan uji coba terakhir vaksin Fase III, mengatakan bahwa kemanjuran vaksin itu hanya 50 persen efektif. Namun banyak pihak sedang mempertanyakan transparansi dari Brasil.

Baca Juga: Kabar Baik, Brasil Laporkan Vaksin Covid-19 Sinovac Terbukti Makbul

Peneliti Turki mengatakan pada hari Kamis (24/12) tidak ada efek samping yang tampak selama percobaan, selain dari kepala orang hanya memiliki reaksi alergi. Efek samping yang umum disebabkan oleh vaksin tersebut adalah demam, nyeri ringan dan sedikit kelelahan.

Uji coba Turki dimulai pada 14 September serta telah melibatkan lebih dari tujuh ribu sukarelawan, didasarkan pada data dari 1. 322 orang. Para-para peneliti Turki, berbicara bersama Gajah Kesehatan Fahrettin Koca, mengatakan 26 dari 29 orang yang terkena selama uji coba diberi plasebo. Mereka menambahkan uji coba mau berlanjut hingga 40 orang menjadi terinfeksi.

“Kami sekarang yakin bahwa vaksin itu efektif dan aman (untuk digunakan) pada orang-orang Turki, ” kata Koca seperti dilansir dari Reuters , Jumat (25/12).

Dia juga mengatakan bahwa para peneliti pada awalnya berencana untuk mengumumkan hasil setelah 40 orang terinfeksi. Tetapi temuan itu menunjukkan bahwa para sukarelawan memiliki efek samping yang minimal setelah suntikan dan karena itu dianggap aman.

“Meski berisiko, kami melihat gambaran yang sangat ringan di mana 3 orang positif, tanpa demam atau masalah pernapasan. Kami dapat menyimpulkan, ketiga orang itu terpapar dengan benar ringan, ” jelasnya.

Turki telah setuju untuk membeli 50 juta dosis suntikan Sinovac dan menerima pengiriman pada 11 Desember tetapi pengirimannya ditunda. Koca mengatakan tiga juta dosis bakal segera tiba. Dia menambahkan kalau Turki akan memvaksinasi sekitar sembilan juta orang pada kelompok pertama, dimulai dengan petugas kesehatan.

Sinovac juga telah mengesahkan kesepakatan pasokan untuk vaksinnya, yang disebut CoronaVac, dengan negara-negara tercatat Indonesia, Brasil, Chili dan Singapura, dan sedang bernegosiasi dengan Filipina dan Malaysia. CoronaVac menggunakan cara teknologi vaksin tradisional yang memakai virus Korona yang tidak rajin yang tidak dapat bereplikasi di dalam sel manusia untuk memicu respons kekebalan.

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]