AS Siap Serang Tiongkok Teknologi Minus Awak di Laut China Selatan


AS Siap Serang Tiongkok Teknologi Minus Awak di Laut China Selatan
0
Categories : Berita

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Amerika Serikat (AS) dan Beijing telah terlibat dalam perang kata-kata di Laut China Selatan selama bertahun-tahun. Dan akhirnya ini konflik makin memanas, apalagi menjelang pemilu AS sebelumnya. Jika konflik terus terjadi, AS mengatakan siap menggunakan drone dan teknologi tak berawak sebagai skenario tempur mulai 2021.

Eksekutif Markas Besar Maritim Armada Pasifik AS Laksamana Muda Robert Gaucher menyiapkan langkah dan strategi pada awal 2021 agar dapat melaksanakan pertempuran armada teknologi tak berawak. Dan itu akan terpusat di laut.

“Itu mau ada di laut, di berasaskan laut, dan di bawah laut saat kami akan mendemonstrasikan dengan jalan apa kami dapat menyelaraskan diri dengan mengarahkan untuk menggunakan eksperimen, ” katanya.

Keputusan itu dielu-elukan sebagai terobosan besar untuk AS, menurut Eurasiantimes. com. Operasi pelatihan secara rutin terjadi dalam perairan, oleh semua negara yang mengklaim wilayah tersebut.

Angkatan Laut AS secara teratur menjalankan pertempuran armada, yang menguatkan militer memancing konflik. AS pula menghasilkan 10 kapal permukaan tidak berawak selama lima tahun ke depan.

“Saya ingin menempatkan kapal permukaan tak berawak di dalam area yang ditolak musuh, ” tegasnya.

“Jika saya kehilangannya, saya kehilangan kapal yang jauh lebih melimpah dan saya tidak kehilangan menutup orang Amerika, tetapi saya masih menciptakan masalah, ” tegasnya.

Selama bertahun-tahun, Washington mendarat tangan untuk mendukung negara-negara tetangga Asia, yang terancam oleh tentara Tiongkok. Profesor Oriana Skylar Mastro, dari Universitas Georgetown menjelaskan dengan tepat bagaimana hal ini bisa memicu ketakutan konflik di Bahar China Selatan.

“Saya pikir ada beberapa faktor dengan menunjukkan ada potensi besar Tiongkok tidak dapat mencapai tujuannya, dengan de facto mengendalikan perairan China Selatan. AS bisa bertindak lebih tegas, menyebabkan agresi di bagian Tiongkok. Ada kemungkinan Tiongkok akan sampai pada cara diplomatik untuk menangani situasi tersebut, ” jelasnya.

[embedded content]