9 BUMN ini Dapat Suntikan PMN, Buat Apa Saja?


9 BUMN ini Dapat Suntikan PMN, Buat Apa Saja?
0
Categories : Berita

JawaPos. com – Pemerintah dalam hal ini Departemen Keuangan (Kemenkeu) memberikan suntikan modal atau Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 42, 38 triliun kepada sembilan perusahaan pelat abang pada 2021 mendatang. Pemerintah melalui Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) DJKN Kementerian Keuangan Meirijal Sinar memaparkan, kesembilan BUMN tersebut diantaranya, PT PLN sebesar Rp 5 triliun, PT Hutama Karya (HK) sebesar Rp 6, 2 triliun, PT SMF sebesar Rp dua, 25 triliun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp 20 triliun, PT Pelindo III sebesar Rp 1, 2 triliun.

Selanjutnya, PT Perluasan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 470 miliar, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebesar Rp 977 miliar, PT PAL sebesar Rp 1, 28 triliun, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Nusantara Eximbank sebesar Rp 5 triliun.

“Secara total peruntukan PMN ke BUMN dan lembaga itu jumlahnya di APBN tersebut Rp 42, 385 triliun, ” ujarnya dalam konferensi pers dengan virtual, Jumat (6/11).

Meirijal menjelaskan, suntikan suntikan modal yang terus diberikan pemerintah itu akan memberikan keuntungan untuk bangsa. Misalnya saja perusahaan PLN yang akan memanfaatkan PMN untuk pelepasan kebutuhan listrik, pembangunan transmisi, gardu induk di wilayah yang belum memiliki, dan distribusi untuk listrik pedesaan.

Kemudian, perusahaan konstruksi Hutama Karya dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan tol Mabuk Sumatera (JTTS) khususnya untuk 3 ruas. “Mimpinya dari ujung sumatera ke ujung tersambung jalan tol, secara proses bertahap dengan menyerahkan PMN, ” imbuhnya.

Selanjutnya, dana PMN yang hendak diberikan kepada SMF dapat digunakan untuk mendukung penyediaan dana melimpah jangka panjang kepada penyalur KPR FLPP. Sehingga masyarakat yang ingin memiliki rumah dapat terbantu dengan penyediaan suntikan modal ini.

Lalu, dana anggaran PMB untuk BPUI dapat dimanfaatkan buat peningkatan kapasitas usaha dalam menyusun industri perasuransian dan penjaminan. Sedangkan untuk PT Pelindo III, mau digunakan untuk pengembangan Pelabuhan Benoa untuk mendukung program Bali Maritime Tourism Hub.

Untuk perusahaan yang bergerak dibidang wisata seperti ITDC akan dimanfaatkan buat pembangunan infrastruktur dan fasilitas pembantu untuk penyelenggaraan KTT G20 tarikh 2020 di TanaMori-Labuan Bajo. Suntikan modal kepada KIW akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri harmonis (KIT) Batang.

Suntikan modal kepada PT PAL akan dimanfaatkan untuk mendukung kesiapan kemudahan produksi kapal selam dan pemasokan peralatan pendukung produksi kapal menghunjam. Terakhir, suntikan modal kepada Nusantara Eximbank untuk penyediaan pembiayaan penjaminan dan asuransi serta penugasan istimewa ekspor.